Tampilkan postingan dengan label Religi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Religi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 Februari 2011

Tanda-tanda Mau Dicabut Nyawa

Innalillahi wa innalillahi rojiun, datang dari Alloh dan akan kembali kepadaNya, semoga kita selalu menjadi orang - orang yang selalu mengingatNya dan beruntung serta saling mengingatkan.

Tanda 100 hari mau meninggal...
Ini adalah tanda pertama dari Allah SWT kepada hambanya dan hanya akan disadari oleh mereka yang dikehendakinya. Walau bagaimanapun semua orang Islam akan mendapat tanda ini cuma saja mereka sadar atau tidak.
Tanda ini akan berlaku lazimnya selepas waktu Asar. Seluruh tubuh iaitu dari hujung rambut sehingga ke hujung kaki akan mengalami getaran atau seakan-akan mengigil. Contohnya seperti daging lembu yang baru saja disembelih dimana jika diperhatikan dengan teliti, kita akan mendapati daging tersebut seakan-akan bergetar.
Tanda ini rasanya lezat dan bagi mereka yang sadar dan berdetik di hati bahwa mungkin ini adalah tanda mati, maka getaran ini akan berhenti dan hilang setelah kita sadar akan kehadiran tanda ini.
Bagi mereka yang tidak diberi kesadaran atau mereka yang hanyut dengan kenikmatan tanpa memikirkan soal kematian, tanda ini akan lenyap begitu saja tanpa sembarang manfaat.
Bagi yang sadar dengan kehadiran tanda ini maka ini adalah peluang terbaik untuk memanfaatkan masa yang ada untuk mempersiapkan diri dengan amalan dan urusan yang akan dibawa atau ditinggalkan sesudah mati.

"Tanda 40 hari sebelum hari mati"
Tanda ini juga akan berlaku sesudah waktu Asar. Bahagian pusat kita akan berdenyut- denyut. Pada ketika ini daun yang tertulis nama kita akan gugur dari pokok yang letaknya di atas Arash Allah SWT. Maka malaikat maut akan mengambil daun tersebut dan mulai membuat persediaannya ke atas kita, antaranya ialah ia akan mula mengikuti kita sepanjang masa. Akan terjadi malaikat maut ini akan memperlihatkan wajahnya sekilas lalu dan jika ini terjadi, mereka yang terpilih ini akan merasakan seakan- akan bingung seketika. Adapun malaikat maut ini wujudnya cuma seorang tetapi kuasanya untuk mencabut nyawa adalah bersamaan dengan jumlah nyawa yang akan dicabutnya.

"Tanda 7 hari"
Adapun tanda ini akan diberikan hanya kepada mereka yang diuji dengan musibah kesakitan di mana orang sakit yang tidak makan, secara tiba-tiba ia berselera untuk makan.

"Tanda 3 hari"
Pada ketika ini akan terasa denyutan di bahagian tengah dahi kita iaitu diantara dahi kanan dan kiri. Jika tanda ini dapat dikesan, maka berpuasalah kita selepas itu supaya perut kita tidak mengandungi banyak najis dan ini akan memudahkan urusan orang yang akan memandikan kita nanti. Ketika ini juga mata hitam kita tidak akan bersinar lagi dan bagi orang yang sakit hidungnya akan perlahan- lahan jatuh dan ini dapat dikesan jika kita melihatnya dari bahagian sisi. Telinganya akan layu dimana bagian ujungnya akan beransur-ansur masuk ke dalam. Telapak kakinya yang terlunjur akan perlahan- lahan jatuh ke depan dan sukar ditegakkan.

"Tanda 1 hari"
Akan berlaku sesudah waktu Asar di mana kita akan merasakan satu denyutan di sebelah belakang yaitu di kawasan ubun- ubun di mana ini menandakan kita tidak akan sempat untuk menemui waktu Asar keesokan harinya.

"Tanda akhir"
Akan terjadi keadaan di mana kita akan merasakan sejuk di bagian pusat dan rasa itu akan turun ke pinggang dan seterusnya akan naik ke bahagian halkum. Ketika ini hendaklah kita terus mengucap kalimah Syahadah dan berdiam diri dan menantikan kedatangan malaikat maut untuk menjemput kita kembali kepada Allah SWT yang telah menghidupkan kita dan sekarang akan mematikan pula.
Semoga kita dapat bersyukur dengan apa yang ALLAH berikan kepada kita, dan kita sebagai mahasiswa komunikasi harus mampu membangun kemesraan dengan sang pencipta dengan komuinkasi yang baik.
“ Sesengguhnya mengingat mati itu adalah bijak “

*maaf, tulisan ini sumbernya tidak tahu lagi darimana asalnya, (sudah banyak tangan yang tersentuh oleh tulisan ini hingga mereka mengirim ke teman-temannya)

Sabtu, 19 Februari 2011

Adilkah ini ?(terhadapNYA atau terhadap_a ? )

Suara jangkrik itu mengingatkanqu akan pesona dia yang begitu luar biasa pagi kemarin, tersenyum tersipu saat mata ini saling bertabrakan, saat yang kebetulan kami hanya berduaan hingga menciptakan suasana yang begitu tersimpan baik di sudut kanan otakku.


Disaat hubungan ini senang semua terasa sangat indah namun jika saat sedang marah semua terasa hambar, fikiran dan energi habis terkuras bagaimana harus membujuknya untuk tersenyum.
Setiap waktu ingin rasanya ku habiskan bersamanya. Rasa rindu dan berduaan saja tak terelakan lagi menjadi bagian dari kisah cintaku dengan si dia.


Namun batinku tersontak bergetar saat membaca tulisan kawan yang menanyakan cinta kita kepada ALLAH SWT. Apakah kita melakukan hal yang sama (hal yang tertulis diatas) atau bahkan lebih terhadapNYA ? seberapa sering kita ke rumahNYA dibandingkan kerumah_a ? seberapa malu dan hina jika kita melakukan kesalahan terhadapNYA atau terhadap_a ? seberapa minta maafkah kita atas semua tindak tanduk yang salah terhadapNYA atau terhadap_a ? seberapa takutkah kita dijauhi olehNYA atau oleh_a ? berapa habis energimu utk memikirkanNYA atau memikirkan_a ?


Sahabatku, tidak ada orang percaya kalau dia cinta namun tak pernah kerumah
Tidak ada orang percaya kalau jatuh cinta tanpa pengorbanan, maka bekorbanlah untuk yang kamu cintai.
Tidak ada orang senang disaat dijauhi oleh  yang dicintai, maka senangilah cintamu itu.
Dan sudahkan kita melakukan itu semua ? untukNYA atau untuk_a ?

INGATLAH FIRMAN ALLAH SWT
“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)” ( An Nuur 26 ).

Jumat, 18 Februari 2011

KISAH JASAD NABI Muhammad SAW Yang Hendak DICURI

Percaya gak, klo ternyata jasad nabi Muhammad SAW pernah terusik dan nyaris di curi oleh orang kafir laknatullah. Sebelum akhirnya Allah menyelamatkannya dari rencana jahat yang mengancam sang nabi tercinta. Peristiwa yang memilukan dan nyaris menampar wajah umat islam ini terjadi pada Tahun 1164 M atau 557 H, sebagaimana telah dicatat oleh sejarawan Ali Hafidz dalam kitab Fusul min Tarikhi AL-Madinah Al Munawaroh.

Sebagaimana telah kita ketahui bahwa hampir dapat dipastikan bahwa sebagian besar orang yang berziarah ke masjid Nabawi pasti tak pernah lupa untuk menghampiri makam Rasulullah yang diapit oleh makam Sayyidina Abu Bakar dan Sayyidina Umar. Mereka berbondong-bondong menuju makam sang nabi Fenomenal itu. Untuk sekedar melihat atau berdoa.

Peristiwa ini dilatarbelakangi oleh kondisi umat islam pada masa dinasti Abbasiyah di Baghdad dimana kondisi umat Islam yang semakin melemah dan berdiri beberapa kerajaan Islam di beberapa daerah. Tentunya hal ini tak di sia-siakan begitu saja oleh orang-orang nasrani yang merasa kesempatan emas mencoreng wajah umat Islam dan membuat umat Islam jatuh ada di depan mata. Karena ternyata diketahui diam-diam mereka telah menyusun rencana untuk mencuri jasad Nabi Muhammad. Setelah terjadi kesepakatan oleh para penguasa Eropa, mereka pun mengutus dua orang nasrani untuk menjalankan misi keji itu. Misi itu mereka laksanakan bertepatan dengan musim haji. Dimana pada musim itu banyak jamaah haji yang datang dari berbagai penjuru dunia untuk melaksanakan ibadah haji. Kedua orang nasrani ini menyamar sebagai jamaah haji dari Andalusia yang memakai pakaian khas Maroko. Kedua spionase itu ditugaskan melakukan pengintaian awal kemungkinan untuk mencari kesempatan mencuri jasad Nabi SAW.

Setelah melakukan kajian lapangan, keduanya memberanikan diri untuk menyewa sebuah penginapan yang lokasinya dekat dengan makam Rasulullah. Mereka membuat lubang dari dalam kamarnya menuju makam Rasulullah.

Belum sampai pada akhir penggalian, rencara tersebut telah digagalkan oleh Allah melalui seorang hamba yang akhirnya mengetahui rencana busuk itu

Sultan Nuruddin Mahmud bin Zanki, adalah seorang hamba sekaligus penguasa Islam kala itu yang mendapatkan petunjuk melalui mimpi akan ancaman terhadap makam Rasulullah.

Sultan mengaku bermimpi bertemu dengan Rasulullah sambil menunjuk dua orang lelaki berambut pirang dan berujar: “ Wahai Mahmud, selamatkan jasadku dari maksud jahat kedua orang ini.” Sultan terbangun dalam keadaan gelisah lalu beliau melaksanakan sholat malam dan kembali tidur. Namun, Sultan Mahmud kembali bermimpi berjumpa Rasulullah hingga tiga kali dalam semalam.

Malam itu juga Sultan segera mempersiapkan diri untuk melakukan perjalanan dari damaskus ke madinah yang memakan waktu 16 hari, dengan mengendarai kuda bersama 20 pengawal serta banyak sekali harta yang diangkut oleh puluhan kuda. Sesampainya di Madinah, sultan langsung menuju Masjid Nabawi untuk melakukan sholat di Raudhah dan berziarah ke makam Nabi SAW. Sultan bertafakur dan termenung dalam waktu yang cukup lama di depan makam Nabi SAW.

Lalu menteri Jamaluddin menanyakan sesuatu, “Apakah Baginda Sultan mengenal wajah kedua lelaki itu? “Iya”, jawab Sultan Mahmud.

Maka tidak lama kemudian Menteri Jamaludin mengumpulkan seluruh penduduk Madinah dan membagikan hadiah berupa bahan makanan sambil mencermati wajah orang yang ada dalam mimpinya. Namun sultan tidak mendapati orang yang ada di dalam mimpi itu diantara penduduk Madinah yang datang mengambil jatah makanan. Lalu menteri Jamaluddin menanyakan kepada penduduk yang masih ada di sekitar Masjid Nabawi. “Apakah diantara kalian masih ada yang belum mendapat hadiah dari Sultan?”

Tidak ada, seluruh penduduk Madinah telah mendapat hadiah dari Sultan, kecuali dua orang dari Maroko tersebut yang belum mengambil jatah sedikitpun. Keduanya orang saleh yang selalu berjamaah di Masjid Nabawi.” Ujar seorang penduduk.

Kemudian Sultan memerintahkan agar kedua orang itu dipanggil. dan alangkah terkejutnya sultan, melihat bahwa kedua orang itu adalah yang ia lihat dalam mimpinya. Setelah ditanya, mereka mengaku sebagai jamaah dari Andalusia Spanyol. Meski sultan sudah mendesak bertanya tentang kegiatan mereka di Madinah. Mereka tetap tidak mau mengaku. Sehingga sultan meninggalkan kedua lelaki itu dalam keadaan penjagaan yang ketat.

Kemudian sultan bersama menteri dan pengawalnya pergi menuju ke penginapan kedua orang tersebut. Sesampainya di rumah itu yang di temuinya adalah tumpukan harta, sejumlah buku dalam rak dan dua buah mushaf al-Qur’an. Lalu sultan berkeliling ke kamar sebelah. Saat itu Allah memberikan ilham, sultan Mahmud tiba-tiba berinisiatif membuka tikar yang menghampar di lantai kamar tersebut. Masya Allah, Subhanallah, ditemukan sebuah papan yang di dalamnya menganga sebuah lorong panjang, dan setelah diikuti ternyata lorong itu menuju ke makam Nabi Muhammad.

Seketika itu juga, sultan segera menghampiri kedua lelaki berambut pirang tersebut dan memukulnya dengan keras. Setelah bukti ditemukan, mereka mengaku diutus oleh raja Nasrani di Eropa untuk mencuri jasad Nabi SAW. Pada pagi harinya, keduanya dijatuhi hukum penggal di dekat pintu timur makam Nabi SAW. Kemudian sultan Mahmud memerintahkan penggalian parit di sekitar makam Rasulullah dan mengisinya dengan timah. Setelah pembangunan selesai, sultan Mahmud dan rombongan pulang ke negeri Syam untuk kembali memimpin kerajaannya
.
Sumber:http://indonesiabreakingnewsonline.blogspot.com/2008/07/pencurian-jasad-nabi-muhammad-saw.html

Source (blog-apa-aja.blogspot.com) : KISAH JASAD NABI Muhammad SAW Yang Hendak DICURI

Senin, 14 Februari 2011

JANGAN BERSYUKUR

INI MERUPAKAN ISI SURAT KAWAN dari blog_a
ambil hikmah dari kata2 bijak berikut.

JANGAN BERSYUKUR ..
1. Jangan bersyukur karena pagi yang cerah dan mentari bersinar indah,
tetapi bersyukurlah karena kita masih boleh menikmati pagi yang segar dan sinar mentari.

2. Jangan bersyukur karena kita tidak memiliki masalah,
tapi bersyukurlah karena kita diberi kekuatan untuk menghadapi setiap masalah dan kesulitan hidup.

3. Jangan bersyukur atas keluarga dan anak-anak,
tetapi bersyukurlah karena kita diberi kepercayaan untuk melanjutkan dan memelihara kehidupan orang lain.

4. Jangan bersyukur atas segala kecukupan dalam hidup yang saat ini dinikmati,
tetapi bersyukurlah karena kita dipilih Tuhan untuk menjadi penyalur berkatNya melalui kelimpahan hidup ini.

5. Jangan bersyukur atas semua pengalaman indah yang boleh dirasakan,
tapi bersyukurlah karena kita mampu melihat yang indah dalam seluruh pengalaman hidup.

6. Jangan bersyukur karena hidupmu lebih baik dari yang lainnya,
tapi bersyukurlah atas kesempatan yang Tuhan berikan bagi kita untuk semakin mensyukuri hidup ini.

7. Jangan bersyukur atas orang-orang yang baik kepada anda,
tapi bersyukurlah karena Tuhan memperhatikan hidupmu melalui banyak orang.

8. Jangan bersyukur atas kebaikan yang engkau miliki,
tapi bersyukurlah atas orang-orang yang tidak baik yang menjadikan kebaikanmu kelihatan.

9. Jangan bersyukur atas tulisan ini,
tapi bersyukurlah karena anda dapat membaca tulisan ini. ***


bersyukur dengan atas nama ALLAH akan lebih trasa indah dan mampu mendamaikan hati yang sedang bergejolak

Minggu, 06 Februari 2011

Terbentur Hijab

Bismillahirrahmanirrahim..

Di sudut ruang ku selalu berujam "kenapa diriku sangat pemalu?". Hidup dibawah bayang-bayang orang tua, kawan, sahabat dan kampus. Terkadang dalam diam ku selalu marah terhadap diri sendiri, benci tak karuan dan sifat childish  tak pernah hilang. sekarang umurku sudah beranjak 22 tahun tetapi tak ada satu pria pun yang mendekatiku (apa karena ku jelek? apa karena ku bodoh? apa karena ku tak sekaya wanita-wanita lain diluar sana? atau karena aku tidak gaul?), hingga akhirnya muncul akun sosial "Facebook" yang merubah hidupku.

"butuh istirahat hari ini"

Ku tulis distatus Facebook ku, dengan tujuan biar menunjukan ke"eksisan" diriku di dunia maya, tak peduli orang peduli pada status ku atau tidak.
” Assalamu’alaikum dik” Ting, suara chat Facebook ku berbunyi. dengan penasaran segera kubuka dan aku tersenyum seketika.
” Wa’alaikumsalam bang ” Ku beri senyuman animasi atas hadirnya yang tak terduga (ternyata dia abang letingku di SMA yang kampusnya didepan kampusku)
” Apa kabarnya ne? ”
” Alhamdulillah baik, abang gimana ? “
” Alhamdulillah juga baik. adik kecapekan yaa ? ”
” Iya bang, kebetulan lagi banyak kegiatan di kampus dan UP3AI “
” ooo..., jangan lupa sholat dan makan yaa ? ”
” Iya bang, makasih” (walau jawabanya ketus namun entah kenapa capek ini terasa hilang)

Sebel,,, tiba-tiba hilang sinyal dan terpaksa percakapan itupun putus (Padahal masih pengen. Maklumlah saya tinggal di kajhu yang sinyal hidup segan mati tak mau.).

Hari berganti dengan tenang, dan diriku semakin mahir bermain facebook. Namun aneh, selera ku bermain FB hilang jika dia tidak online.
Semakin lama entah kenapa hasratku bermain facebook sekarang berbeda. Yang tadinya ingin mendapatkan ilmu, teman dan lain-lain, sekarang malah rasa rindu ingin menemuinya di dunia mayalah tujuan utamaku. Hanya dia yang aku tunggu. Entahlah, sidikit bingung dengan fakta ini.

Setiap hari terasa sepi (begitu juga halnya FB ku) tanpa hadirnya.
Sekian lama kami berkenalan via chating FB akhirnya kami saling tukar nomor telefon. Rayuan gombalpun tak terelakan lagi saat kami sedang chating, smsan atau ketika dia atau saya menelpon. Walau dapat dihitung dengan jari dia menelponku, namun hati ini sangat nyaman bersamanya dan ingin terus berbicara denganya. Tetapi jika tidak dapat mendengar suaranya, SMS adalah solusiku (walau sampai tengah malam dan mata ini tinggal 5 watt lagi tak apalah asal untuknya. :) ).

Pagi tiba bersama mentari yang begitu gagahnya berdiri diatas dan menyinari langkahku ke kampus. Dengan wajah yang berseri-seri walau sesekali menahan kantuk akibat semalam begadang smsan sama dia tapi semua ku jalani dengan senang dan berharap hal itu akan terulang kembali dan lebih (itu doa pagi ini, dan jiwaku meng-AMIN-kannya).

Tiba-tiba batinku kaget tak kepalang (ada yang menepuk pundakku dari belakan seraya berkata "sombong amat gak liat-liat?"), karena dihantui penasaran dan sebel akan sikapnya yang menghancurkan lamunan indah pagiku, aku pun langsung menoleh kebelakang dengan wajah manyun tak karuan.

"gak sopan sangat kok ?" ku berkata dengan keras tanpa melihat siapa orangnya.

Dan betapa kagetnya diriku saat kulihat wajahnya ternyata dia adalah orang yang smsan denganku semalam (tidakkkkkk....... diriku sudah tak sopan dan dengan segera merajut senyum yang indah),
"eh, abang koq !! ngagetin ah" ku berkata dengan sedikit manja.
"entar jam makan siang abang jemput ya?"
"hah ???" belum habis rasa kagetku dia kembali mengagetkanku, bingung tak tanggung-tanggung hingga lemes rasanya jiwa ini mendengar ajakannya.
Setelah mengatakan itu dia langsung pergi kekampusnya dan diriku juga kekampus dengan tanda tanya yang berbupar-putar dikepala.

Matahari sudah berada di atas kepalaku. Tak lama kemudian sms masuk (siapa lagi kalau bukan dia yang sudah ku nanti smsnya). Setelah kejadian itu, kamipun sering jalan dan menghabiskan waktu bersama layaknya orang pacaran. Namun apalah daya ketika semua ini diketahui oleh orang tuaku yang alim. Kami disuruh berpisah atau segeralah melamarku.

Menangis di kolong langit sambil mengiang-ngiang ucapan abi :
Beranjak mu pada cinta yang suci, jangan engkau berdiri pada hitamnya hati..
Jawaban kehidupan memberimu makna, bahwa cinta tak hanya diucapkan..
Namun dia dibuktikan dengan izzah dan iffah yang putih..
Dan dia dibuktikan juga dengan keindahan dari cintaNya dan untukNya..

Abang, Nantikan ku di Batas Waktu yang sah ya !!!