Tampilkan postingan dengan label Seks. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seks. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 05 Februari 2011

12 Tipe Wanita Single, Yang Manakah Pilihan Anda?

Seperti dikutip dari laman Shine, setelah mewawancarai begitu banyak wanita, Cove mulai berpikir bahwa kebanyakan dari wanita memiliki salah satu dari 12 kategori tipe wanita single. Apakah salah satunya merupakan tipe Anda?

The Soulmate Seeker: Seseorang yang rela melakukan segalanya demi untuk menemukan belahan jiwanya.

Phoenix: Seorang wanita yang baru saja putus hubungan yang menyakitkan dan ingin melakukan semua yang bisa membuatnya bangkit dari keterpurukan agar bisa lebih baik lagi.

Organic: Dia lebih suka pasrah menunggu takdir dan lebih senang hidup sendiri daripada berburu pria dengan cara atau metode apapun.

The Princess-in-Waiting: Wanita yang menunggu untuk diselamatkan oleh seorang pangeran.

The Late Bloomer: Sisa hidupnya tertahan sementara wanita ini menunggu calon suaminya untuk tampil.

The Free Spirit: Ingin selalu bebas tanpa ada komitmen

The Wedding Wisher: Dia tiba-tiba menemukan dirinya berkhayal tentang pernikahan setelah sebelumnya tidak pernah peduli tentang hal itu.

The Rebel Town: Dia bercita-cita tidak ingin hidup dengan gaya bebas seperti orang-orang di komunitasnya, meskipun ia pernah merasakannya.

The Ritual Re-inventor: Seorang wanita yang ingin mendapatkan pasangan dan berharap bisa menjalani upacara pernikahan yang tidak konvensional.

The Mom Wannabe: Dia mendambakan memiliki bayi suatu hari nanti, namun dia ingin tidak merasa begitu banyak tekanan biologis untuk mengetahuinya dengancepat.

The Slow & Steady: Seorang wanita yang berharap bisa menikah pada waktu yang tepat. Sementara itu, dia selalu bersenang-senang dengan teman dan keluarga untuk mengusir tekanan besar.

Sekali lagi, tipe apa yang paling cocok dengan pribadi Anda?

Rabu, 24 November 2010

Cinta tumbuh dari OTAK, bukan HATI

Peneliti dari Syracuse University, Profesor Stephanie Ortigue, menemukan, ada 12 area di otak yang bekerja saat seseorang jatuh cinta. Kedua belas area itu menghasilkan bahan kimia, seperti dopamine, oxytocin, adrenalin, dan vasopression, yang berujung pada euforia. Rasa cinta juga memengaruhi fungsi psikologis, metafora, dan penilaian fisik.
Jadi, cinta itu berasal dari hati atau otak? "Pertanyaan yang selalu sulit dijawab. Saya berpendapat, asalnya dari otak," kata Ortigue.

"Contohnya, suatu proses di otak kita bisa menstimulasi hati. Beberapa perasaan dalam hati kita sebetulnya merupakan gejala atas proses yang terjadi di otak."

Penelitian lain menunjukkan, peningkatan jumlah darah dalam faktor penumbuh untuk saraf yang memegang peranan penting dalam cara orang bersosialisasi.

Hal ini menghadirkan fenomena yang disebut dengan "cinta pada pandangan pertama". Hal ini dikonfirmasi dengan temuan Ortigue yang menunjukkan bahwa cinta bisa hadir dalam waktu seperlima detik.

Ortigue menjelaskan, dengan memahami cara orang jatuh cinta dan putus cinta, para peneliti bisa mengembangkan terapi baru. "Kita bisa mengerti penyakit putus cinta," kata Ortigue.

Studi Ortigue juga mendapati ada bagian otak yang berbeda untuk tipe cinta yang berbeda. Cinta tanpa syarat, contohnya cinta seorang ibu terhadap anaknya, dipicu oleh aktivitas otak di bagian umum dan di tempat yang berbeda-beda, termasuk otak tengah.

Cinta yang bergairah antar-kekasih melibatkan area kognitif, bagian yang mengharapkan imbalan, dan penilaian fisik.

Sumber :
zonapencarian.blogspot.com

Selasa, 23 November 2010

Cewek Begini, Cowok Begitu

Coba dicermati! Ini bukan masalah jenis kelamin, tapi soal perbedaan sikap, pandangan, cara berpikir, dll.
Cowok-cewek memang memiliki banyak perbedaan.
Dalam hal asmara, misalnya, kendati terkadang tampil pasif, ternyata cewek memiliki pengalaman bercinta lebih banyak ketimbang cowok.


Ini karena cewek ternyata lebih dewasa, mudah melupakan dan bisa menerima kenyataan -seperti- putus cinta.
Ada lagi perbedaan lainnya. Coba perhatikan sikap yang ditunjukkan cowok-cewek dalam merespon sesuatu.

Mungkin karena sifatnya yang "cuek", tidak perdulian dan jarang meneteskan air mata,
tak heran kalau cowok selalu menjadi "kambing hitam" atau pihak yang dibenci bila sebuah hubungan asmara terpaksa berakhir.
Sebaliknya, cewek selalu nampak lebih menderita akibat putus cinta.

Dalam Liking and Loving: An Invitation to Social Psychology (1973),
Zick Rubin, mengatakan bahwa cowok sebenarnya lebih rapuh, cengeng dan naif soal cinta.
Cowok selalu menjadi pihak yang merasa lebih sakit hati akibat putus cinta.
"Karena hal itu, biasanya cowok akan lebih hati-hati.
Itulah kenapa cowok memiliki pengalaman bercinta lebih sedikit dari cewek,
karena setelah putus, cowok akan sulit untuk jatuh cinta lagi," kata Rubin.

Dr. Clay Tucker-Ladd, penulis buku-buku psikologi,
mengatakan bahwa cewek selalu ingin menempatkan dirinya sebagai pasangan yang ideal.
Sebaliknya, karena pengalaman yang tidak selalu mulus, cowok kerap bersikap biasa-biasa saja.
"Kendati mudah tertarik dengan kecantikan dan kebaikan cewek,
namun sulit bagi cowok untuk menghapus rasa sakit akibat putus cinta."

Cowok, kata Rubin, lebih percaya pada romantisme.
Cowok bisa memutuskan apakah dia jatuh cinta atau tidak, hanya dengan mendengar kata hatinya.
"Sekali saja intusisi cowok berkata 'Ini dia soulmate saya' ketika bertemu seorang cewek,
maka ketika itu pula mereka akan jatuh cinta kepada cewek itu," ungkap Rubin.
"Sebaliknya, cewek selalu banyak pertimbangan dalam memutuskan sesuatu."

Kendati percaya pada romantisme, tapi jangan kaget, karena cowok kerap merefleksikan cinta mereka dengan cara yang tidak romantis.
"Cowok akan lebih menghargai cewek yang rajin mencuci piring dan pakaian ketimbang cewek yang menghujaninya dengan ciuman.
Padahal cewek justru menginginkan sebaliknya."
Bila disarankan untuk membahagiakan pacar atau istri, maka harap maklum, karena cowok akan lebih suka mencucikan mobil pacar atau istri daripada memberi pelukan dan ciuman.
Dalam memandang keintiman, misalnya, cewek menerjemahkan keintiman sebagai ngobrol berdua di tempat redup atau makan malam di sebuah restoran sepi dengan candle light.
Tetapi bagi cowok, keintiman itu artinya kerja bakti, alias melakukan sesuatu bersama-sama. ( ngerti lah apa yang vi maksud )

Cewek selalu memiliki tenggang rasa dan lebih bisa menjaga hubungan.
Sedangkan cowok selalu "cuek" dan main "hantam kromo" atau “lantak laju”.
Cewek selalu memikirkan bagaimana cara membagi penghasilannya dan cowoknya untuk dia sendiri, keluarga dan teman-teman. Sedangkan cowok, tak pernah mau pusing dengan masalah duit.

Cewek biasanya lebih cerewet.
Cewek juga sering mengeluh soal hubungan dan masalah yang dihadapi.
Sedang cowok tidak begitu peduli dan selalu menganggap semuanya biasa-biasa saja.
Cewek selalu ingin menyelesaikan masalah dan perbedaan pendapat yang ada dengan tuntas,
sedang cowok justru ingin melupakannya.

sumber: http://www.facebook.com/profile.php?id=100000437337697&v=app_2309869772#!/note.php?note_id=384577815909&id=100000437337697

Kamis, 18 November 2010

Hati-Hati, Playboy Berumur Pendek!

SEORANG playboy akan mati-matian memberi kesan hebat saat kencan pertama. Tujuannya, agar bisa membuat kaum hawa terpincut pesonanya. Apakah kehebatan yang ditampilkan itu jujur atau palsu, itu urusan nanti, yang penting rencana jangka pendek terpenuhi.

Namun jangan senang dulu, jika Anda seorang playboy, waspadalah! Pasalnya, Anda mungkin akan meninggal lebih awal. Begitu kata para peneliti.

Sebuah studi baru yang dipimpin oleh University of New South Wales mengklaim, bahwa pria yang terfokus mengejar beberapa wanita biasanya pertumbuhannya terhambat dan meninggal muda. Pasalnya, mereka dapat mengabaikan kebutuhan utama seperti makan.

Temuan itu menunjukkan, bahwa pergaulan laki-laki tidak lebih umum, walaupun memiliki potensi keuntungan berevolusi karena hal itu mengikuti keterbatasan alam. Demikian laporan Journal of Evolutionary Biology yang dinukil dari Times of India, Jumat (5/11/2010).

Kepala peneliti Alex Jordan mengatakan, "Mungkin ini cara alam menceritakan laki-laki yang akan lebih setia kepada pasangan seksual mereka. Kami bertanya-tanya mengapa dunia bukanlah tempat yang lebih kacau."

"Untuk pria, terutama yang telah menikah dengan sejumlah wanita memiliki keberhasilan bereproduksi dengan hebat, sehingga Anda akan berpikir bahwa aturan tersebut harus lebih baik. Bahkan, penelitian kami menunjukkan bahwa laki-laki membayar biaya yang signifikan terhadap pergaulan yang menempatkan batasan jumlah pasangan seksual mereka sepanjang masa hidupnya."

Untuk penelitian ini, para peneliti melakukan uji coba perilaku ikan-ikan tropis, serta memeriksa biaya reproduksi pria seumur hidupnya. Ini menjadi studi pertama yang melibatkan hewan vertebrata.

Pria dari banyak spesies meningkatkan upaya reproduksi mereka dengan teman-teman asing, sehingga menjadi sebuah fenomena yang dikenal sebagai efek Coolidge.

Ketika ikan jantan secara teratur dipasok dengan ikan perempuan asing yang baru sepanjang hidup mereka, mereka menghabiskan waktu lebih sedikit mencari makanan dan lebih banyak waktu mengejar betina. Pria yang hidup dengan perempuan asing juga tumbuh lebih lambat dan untuk mereka yang telah dewasa memiliki ukuran yang lebih kecil, dan cenderung lebih cepat meninggal.

Sebaliknya, laki-laki yang hidup dengan satu pasangan biasanya makan secara teratur, tumbuh terus, dan hidup lebih lama.

"Biaya besar untuk individu yang terlibat pergaulan bebas mengungkapkan pembatasan alam pada perilaku kacau, yang belum terdeskripsikan dalam vertebrata. Mungkin mereka yang menginginkan keberadaan yang lebih kacau akan melihat ini sebagai peringatan," papar Jordan.

"Kondisi itu memberitahu kita secara ilmiah bahwa evolusi pergaulan ekstrem tampaknya akan dibatasi oleh biaya fisiologis yang terlibat, meskipun pergaulan memiliki kelebihan, tapi mungkin terlalu hebat untuk jangka panjang," tutup Jordan.